Selasa, 06 Desember 2016

Aku yang mencintaimu- Puisi untukmu


“Aku” yang mencintaimu

Barangkali semua yang jatuh cinta padamu akan menganggap dirinya gila

Berbicara pada jeluang seperti pujangga

Merasa angin berbisik dan langit membalas ucapannya

Jatuh cinta padamu

membuat jarinya menari bersama pena yang dipeluknya

menutur bait demi bait puisi

merajut kata menjadi sajak

tulisan ini misalnya



Yogyakarta, November 2016

Sabtu, 19 November 2016

Pena biru Ali




Pena biru Ali


Diujung pena, ada sebuah sajak yang tak mampu kutulis
Ini terlalu sulit untukku
Jeluang yang kau berikan telah dibasahi airmata yang tak santun

Namun, perlahan kulupakan peranku sebagai pena birumu
Aku sesaga senja yang memerah kelam
Terdiam, terbius, tergelak mimpi

Hening dan sepi pun tak pernah bosan memelukku

“Ali, aku iri pada fatimah. Mengapa aku bukan menjadi fatimah? Mengapa juga kau tidak menulis bersamaku? Bukankah tinta itu kau yang isi bukan?

-Ari Suprapto